Monday, September 28, 2009

DOUBLE KILL!

it's about time to write something about reality of life.


selamat malam, kepada seluruh orang yang tidak buta aksara!

dalam kesempatan yang kurang baik karena perasaan gundah gulana yang penulis rasakan sekarang ini, penulis ingin berbagi sedikit realita tentang kehidupan kita, yang baik kita sadari maupun tidak kita sadari, dalam kesempatan yang berbahagia ini, lagi lagi akan saya ungkapkan sedikit hal mengenai kekecewaan saya terhadap para orangtua.

mengapa saya kecewa terhadap mereka?
mengapa saya menyebut ini realita?

temukan jawabannya setelah menyimpulkan rangkaian huruf huruf dibawah ini.

1. Kenyataan pahit bahwa ada orangtua yang MEREMEHKAN anaknya sendiri,
sebagai contoh, orang tua saudara sepupu saya bersikap over protective. dalam perjalanan saya kemarin ke hong kong, saya saksikan betapa ramainya penduduk hong kong, betapa padatnya kehidupan disana, bagaimana bahayanya kehidupan malam disana, tentunya orang tua normal akan khawatir jika anaknya berpisah dari mereka di tengah tengah keramaian, tetapi akan lebih normal lagi jika anaknya adalah seorang balita, bagaimana dengan saudara sepupu saya yang berada di usia 18? di masa masa 3 sma nya? perlukah sikap overprotective diexpose? tidak. perlukah sikap meremehkan diexpose? TIDAK.

begini ceritanya, malam itu kami baru kembali dari perjalanan seharian yang melelahkan, pastinya kebanyakan orang capek, lelah, dan mengantuk. tapi lain halnya dengan sepupu saya W, W tidak lelah dan masih ingin berkeliling keliling sekitar hotel untuk membeli cindera mata untuk teman temannya, adik W, M, juga ingin ikut dengan kakanya, jadi mereka berpisah dari grup kami dan jalan sendiri, setelah berpisah cukup lama, ayah W, A, tiba tiba panik mencari anaknya,

"kemana W? kok ilang? kok bawa M? kalo mereka hilang gimana? mereka ada kartu nama hotelnya kan!? *ada* aduh gw cari dulu ya! aduh aduh! YANG NAMANYA W KALO ADEKNYA DUDUK NANTI PASTI DITINGGAL!" *sungguh bodoh*

sikap meremehkan ini sangat saya sayangkan, kenapa orang tua tidak bisa sedikit lebih mempercayai anaknya sendiri? kenapa mereka masih mengekang mereka tanpa memikirkan kebebasan mereka? kenapa tidak memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengemban tanggung jawab?

"karena orang tua selalu benar" *painful truth indeed*

2. Orang tua Over Protective dan kolot
orang tua yang over protective selalu mementingkan keselamatan dan keamanan anaknya, hal yang baik, namun berlebihan? tentu tidak menyenangkan bagi anaknya, apalagi jika sudah sampai mengarah ke arah external seperti hubungan dengan pasangannya. Orang tua kolot, selalu berpikir bahwa jaman hidupnya sama dengan jaman hidup sekarang, contoh contohnya antara lain belajar yang rajin membuat kita hidup makmur nantinya, apakah pelajaran lingkungan kota jakarta *PLKJ* berguna bagi hidup sekarang? tidak kecuali gubernur. Apakah pelajaran pendidikan kehidupan kewarganegaraan *PPKN* berguna bagi hidup sekarang? tidak kecuali para politisi. hal kolot lain adalah berpikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah kelanjutan dari apa yang mereka dapat di kehidupan mereka dahulu, apa mereka tidak bisa belajar dari kesalahan orang tua mereka agar dapat mendidik kita menjadi lebih baik?

3. Orang tua selalu berpikir mereka melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anaknya agar anaknya senang
*trust me this is so wrong for me*
orang tua selalu ingin membahagiakan anak anaknya, namun apakah mereka sempat berpikir bahwa mereka harus mengenal anak anaknya lebih agar lebih mengetahui apa yang anak anaknya butuhkan? apakah mereka sempat berpikir bahwa tidak segala usahanya dapat membuat anak anaknya bahagia? apakah segala usaha yang mereka lakukan demi anak anaknya dapat memastikan anaknya agar senang? apakah mereka sudah cukup mengerti apa yang anak anaknya butuhkan?

REALITANYA

1. Orang tua meremehkan sebenarnya mereka concern, dan kita anak anaknya BUTUH itu, terima realita kita butuh diremehkan, kita anak merea after all..

2. Orang tua over protective dan kolot sebenarnya mereka tidak bisa sepenuhnya melepas kita, dan kita BUTUH itu, kita butuh dijaga, mereka kolot karena mereka tidak ingin anak anaknya pergi ke jalan yang salah di kehidupan yang baru, yang lebih luas dan lebih maju lagi daripada generasi mereka, kita BUTUH kekolotan mereka agar kita tetap aman di dekapan mereka.

3. Orang tua selalu mengusahakan yang terbaik untuk anaknya sebenarnya tidak perlu dijelaskan, mereka merasakan kewajiban mereka adalah untuk menghidupi anak mereka, menyayanginya, memberi yang terbaik agar anak anaknya bahagia. namun hanya mereka tidak selalu dapat mengerti anaknya sepenuhnya, kita BUTUH usaha mereka membahagiakan kita, bayangkan perasaan mereka jika usaha mereka tidak kita hargai.


--sedikit curcol--

kepada yth,

Orang Tua saya,
aku ngerti usaha kalian buat menyenangkan aku, aku ngerti banyaknya pengorbanan kalian buat membahagiakan aku, aku ngerti betapa kalian sayang aku , tapi kalian perlu tau, aku lebih ngerti diri sendiri dibanding kalian, kalian harusnya bisa mencoba buat lebih ngerti aku.

kalian perlu tau, aku ingin banget bicara ama kalian, ngobrol seperti masa masa kecil dulu, aku masih ngga ngerti apa apa, kita bisa seneng seneng, rasa kekeluargaannya masih dapet banget, nggak kayak sekarang, ngomong aja susah, kenapa sih kalian kalo bicara selalu bawaannya ribut terus sama aku?

@ ma : saya tersetuh pas kau bilang "i wish u're still a baby" trust me i do wanna be a baby. your baby, your son. i love you mom.
@ pa : u know, i really admire u as a father, but sometimes u'r so childish that i wanna smack your face, after all i love you dad.

i wish u guys cud read this, and accept me for what i am. i just wanna feel that i'm in a FAMILY.

Father
And
Mother
I
Love
You

No comments: